Saham Bank Danamon, 27 maret 2012

BDMN (Bank Danamon), tadi udah break resisten ya? MACD mulai positif, dan RSI baru saja golden cross. Short term target sepertinya bisa itu ke 4600..
Disc. On loh..
 

Saham Bank Mandiri, 19 Maret 2012

Salah satunya ini. BMRI. Alias sahamnya Bank Mandiri.
Tiba-tiba Early ngasi tau asing net buy di saham ini. Saya liat chartnya, wah double bottom.

Lihat Parabolic S&R, positif. SMA, golden cross. Stochastic Slow yang nunjukin dead cross.

Target price dalam waktu dekat di 7050. Mungkin akan ada koreksi teknikal setelahnya untuk kemudian naik terus ke 7200. Support di 6800.

Disclaimer On.


Biaya Siluman Pengurusan STNK

Saya lagi ngurus perpanjangan STNK Snowflake, yang udah kepakai selama lima tahun. Urus ke Samsat Kota Padang ngurusnya. 
Urus-urus, jadinya ganti nomor kendaraan juga sekalian. Bayar-bayar ke loket/kasir. Dapet plat nomer baru dan STNK nya juga. Abis dua jam-an ngurusnya. Lumayan lah.
Eh tapi BPKB belum bisa di ambil. 

"Sistem komputer kami lagi rusak. Ini simpan resi ini, ini jadi bukti untuk pengambilan BPKB besok kalau sudah jadi, tentu kalau sistem kami sudah baik lagi." Itu petugas samsat bagian pengembalian BPKB nya yang bilang. 

Sudah berbulan, waktu saya ngurus perpanjangan STNK itu terjadi bulan September lalu, sehabis lebaran. 

Sekarang bulannya sudah Maret, di tahun yang berbeda ketika pengurusan itu. Saya kira waktu lima bulan cukup lah untuk ngurus 'perbaikan sistem komputer' Samsat atau Samshit sih namanya?

Nah, tadi datanglah saya ke sana. Langsung menuju ke bagian pengambilan BPKB. Ada namanya Bapak Fahmi. Nama samaran itu. Ga usah dipikirin lah.

Resi diambil, BPKB diserahkan sama Bapak itu dengan sebuah wejangan bijaksana, "Mobil, 30 ribu!"

Nah loh, seharusnya saya sudah tau bakalan kayak gini. Taun 2009 juga pernah ngurus perpanjangan STNK lima tahunan buat motor, toh ga ada bayar waktu BPKB dikembalikan. 

Waktu ngurus yang Snowflake ini juga semua biaya sudah dibayarin melalui kasir juga kok. 

Lagian ini, kalau mesti bayar juga kenapa nggak ke kasirnya ya. Kalau nggak pun  kok nggak ada bukti bayarnya juga ya. Kurang lucu apa sih. 

Jadi akhirnya saya bayar juga lah. Tau sama tau kalau orang bilang. Sehingga pura-puranya saya juga tau kalau mungkin oknum-oknum seperti itu memang bisanya juga baru melakukan itu.

Barusan search, ketemu cerita serupa, di Samsat Padang lagi urusannya. 

Seru ya?!

Saham Indosat 8 Maret 2012

Betul, lebih baik jual saja saham ISAT (Indosat) itu. Telah membentuk pola symmetrical triangle sejak beberapa bulan terakhir, sekarang candle nya berada di areal break untuk turun. Kalau perdagangan sehari ke depan ditutup turun melewati 5200, tidak tertutup kemungkinan saham akan terus melorot ke 4600

MACD dan Parabolic S&R sama-sama negatif juga kan? Dimana MACD telah mengalami death cross, dan Parabolic telah berada di titik baliknya untuk mengindikasikan bearish.

 Disc. On dulu deh.


Kompre

Begitulah, jadi kalian paham kan tentang kronologis kelulusan saya? Baiklah kalau belum, karna saya kan, belum cerita. Karna meski tetap saya rasa biasa saja, itu kronologisnya terasa perlu saya komentari. 

Karna, dalam pandangan dan pengalaman keluarga saya, yang namanya kompre ya tinggal sidang formalitas saja. Dan saya bilang, hanya sebuah momen haha-hihi keakraban dosen dan mahasiswa yang tidak diperoleh di kelas. 

Ternyata tidak demikian saudara-saudara. Keluarga dan family saya salah duga. Teman-teman terheran-heran. Ini saya kuliah di tempat yang tidak biasa dalam memprosedurkan persyaratan kelulusan. Karena apa, karna katanya AKREDITASI YANG A!  Ehm. Walaupun kampus lain juga sama akreditasi A. Ehm.  Tapi nggak kompre-kompre segala. Ehm.

Dan ketidaklulusan saya pada kompre pertama itu berhasil bikin saya stres pada kompre berikutnya, sehingga demam tinggi . Ingatan saya juga jadi kembali melayang pada saat beberapa minggu sebelum UAN dan beberapa minggu sebelum SPMB saat SMA dulu. Demam berdarah dan tipes masing-masingnya. 

Alhamdulillah saya bisa beroleh dosen yang sekaligus pembimbing skripsi saya. Yang baik juga. Yang pengertian juga. Yang akhirnya meluluskan saya juga. 

Kawan, ini sepengetahuan kita saja. Kondisi demam dan pressure kompre mencetuskan sebuah ide dasar Machiavelli. Voila, teraplikasi dengan sebuah sikap pasif oportunis.

Namun bagaimana juga, sebagaimana kawan-kawan tau. Saya nggak pernah serta merta nolak sistem kompre demikian. Yang saya tolak adalah prinsip-prinsip kekakuan di dalamnya. 

Sama lah itu dengan kawan-kawan menolak UAN, yang ditolak kan bukan pelaksanaan UAN-nya, karna kita tau UAN itu niatnya positif. Tapi kan yang ditolak adalah bahwa UAN itu dijadikan parameter final kelulusan siswa sekolah.

Nah, sama sih dengan, saya sih dukung kompre gitu juga. Tapi nggak seneng saya dengan dosen-dosen konservatif yang terlalu kaku dalam menerapkan standar kelulusan kompre. 

Jadi prihatin dengan temen saya. Contoh ketika dia ditanya sepuluh standar audit. Bisa ngasih penjelasan detail untuk delapan diantaranya, eh si dosen malah dengan semangat mencerca dua poin yang ga didapat. Hargain delapan poinnya itu dong. 

Ya, memang ada beberapa dosen yang masih berpikiran ortodoks seperti itu. Terikat dengan textbook.  Kalau begitu apa yang membedakan siswa dengan mahasiswa? Ah, apa dosen seperti itu memang ada untuk menyiksa? 

Bayangkan, karna pola pandang seperti itu ada saja mahasiswa yang jadi menunda cita-cita. Ada saja para orang tua yang patah hati karna kecewa. 

Untunglah saya bukan sekuler, jadinya saya yakin ada campur tangan Allah di dalamnya. Campur tangan yang saya yakin dikemudian hari kita akan bilang: Ya, Allah memang Maha Adil dan Maha Mengetahui. 

Maka biarlah, yang ortodoks itu berjalan dengan caranya selama bertujuan baik. Dan saya biar juga berontak selama sama InsyaAllah juga bertujuan baik. 

Jadi inget sama ilmu dari Pidi Baiq, bahwa hidup ini hanya senda gurau, bahkan Al-Quran yang menyatakan demikian. Pendidikan formal lah yang menjadikannya serius. Haha.