Dari Business Insider
Beberapa artikel menarik dan sepertinya bermanfaat, ketika berkesempatan berjelajah ke Business Insider, mendapatkan ini :
Apakah gelar MBA penting untuk berkarir di Wall Street, diperlukan juga sebuah studi komparatif di pasar modal kita sepertinya http://www.businessinsider.co.id/most-popular-degrees-on-wall-street-2015-11/1/#.VlzyPb9mVD1
Atau sedikit trip psikologis dalam memengaruhi orang http://www.businessinsider.co.id/psychological-tricks-to-influence-people-2015-11/#.Vl0MwL9mVD0
Juga sebagai penyemangat mengingat perubahan jam masuk kantor http://www.businessinsider.co.id/bosses-like-employees-who-arrive-early-2015-11/#.Vl0Mur9mVD0
Apakah gelar MBA penting untuk berkarir di Wall Street, diperlukan juga sebuah studi komparatif di pasar modal kita sepertinya http://www.businessinsider.co.id/most-popular-degrees-on-wall-street-2015-11/1/#.VlzyPb9mVD1
Atau sedikit trip psikologis dalam memengaruhi orang http://www.businessinsider.co.id/psychological-tricks-to-influence-people-2015-11/#.Vl0MwL9mVD0
Juga sebagai penyemangat mengingat perubahan jam masuk kantor http://www.businessinsider.co.id/bosses-like-employees-who-arrive-early-2015-11/#.Vl0Mur9mVD0
Yuk Nabung Saham
Terlepas dari envy ketika melihat rekan-rekan alumni pojok bei yang minggu lalu kumpul di bursa dan telah terlibat aktif sebagai bagian dari SRO, ketika acara investor summit, yang mengangkat tema 'yuk nabung saham', saya setuju. Setuju dengan temanya.
Bahwa semua calon investor apalagi investor yang memang sudah terjun di market, perlu memahami bahwa kisah-kisah orang yang sukses dari pasar modal tidak terjadi dengan begitu tetiba, tidak dengan sekali siraman dana besar dan kemudian punya cerita sukses untuk diceritakan.
Orang-orang tau Buffet sebagai orang terkaya di dunia bukan saat dia memulai investasi di 18 tahun, tapi puluhan tahun sesudahnya. Jesse Livermore terkenal sebagai trader bukan karena sekali aksi tradingnya, tapi dari berkali-kali perdagangan dan spekulasi yang dilakukannya. Om Lo Kheng Hong baru diketahui sebagai investor yang punya potensial gain 12.500% di saham MBAI bukan saat pertama kali ia beli di 2005, tapi bertahun-tahun setelahnya dan setelah berkali-kali menambah posisi di saham itu. Adrian Maulana baru dikenal sebagai artis yang sudah menjadi investor kawakan dan memegang lisensi WMI setelah muncul sebagai narasumber dan tampil di acara-acara investasi. Bukan pada saat-saat awal ia menjadi investor dan baru hanya dilabeli sebagai artis.
Saya rasa cerita-cerita sukses besar itu kalau hanya ditelan mengenai suksesnya saat ini saja bisa menjadi beban para investor yang baru masuk. Karena hanya mengetahui bahwa investor di pasar modal itu bisa menjadi sejahtera, tapi nyatanya pasar itu kejam. Hal ini tentu membuat investor pemula patah semangat dan kecewa. Apalagi sekali masuk langsung hajar dengan banyak dana.
Jadi, setujulah saya dengan 'yuk nabung saham' ini. Investor dan calon investor musti paham bahwa pasar itu bisa ditaklukan secara perlahan-lahan. Menabung adalah salah satunya. Setelah meyakini saham yang berfundamental baik, rutinkan investasi kecil bertahap pada saham tersebut. Bisa jadi kita beli saat mahal, bisa jadi saat murah. Tapi yang saya yakin, kalau itu saham fundamentalnya bagus, rerata investasi kita akan dapat pada harga yang rendah.
***
Dan seminggu setelah program 'yuk nabung saham' ini dicanangkan, program yang mengajak masyarakat untuk 'bersusah-susah' menahan nafsu konsumtif agar masa depan finansial tidak bermasalah, muncul aja berita ini http://nasional.kompas.com/read/2015/11/16/11340401/Politisi.Pencatut.Nama.Presiden.3.Kali.Bertemu.Freeport.
Rente. Ya ampun, kenapa orang-orang seperti ini tidak menjadi korban bom Paris kemarin ini. Biar saja kemarin itu mereka pelesir di paris, duduk di kafe, tetau kena bom, tapi tidak mati dulu, cukup kepala aja pecah sebelah. Mohon-mohon minta tolong, tapi nggak ada yang nolongin. Kenapa kemarin itu tidak begitu kejadiannya untuk fakir-fakir moral itu. Orang susah-susah nabung, ini mintak. F 'em.
Efisiensi
Berusia lebih dari 100 tahun, sekedar pasang surut usaha tentunya lumrah. Kini jaya, dulunya pernah terseok-seok, biasa. Dulunya berbangga, besok bertunduk kepala, biasa.
Karena faktor internal bisa, pengaruh eksternal juga. Terlepas kondisi lesu sekarang, yang saya nggak akan bilang bahwa itu akibat pemerintah yang loyo, walaupun memang nyatanya begitu. He.
Satu dekade lalu juga pernah kondisi perusahaan down begitu. Akhirnya bisa bangkit lagi kok. Konon ceritanya tahun-tahun 70-80an, dekade setelah pengambilalihan, itu juga pernah terjadi kondisi serupa. Tapi cerita menarikya pada saat itu, menurut sumber-sumber cerita, bahwa pada saat itu perusahaan membutuhkan tenaga kerja.
Warga disekitar perusahaan, yang tau pekerjaan di perusahaan ini bergelimang debu, ditambah kondisi perusahaan, emoh untuk masuk sebagai karyawan. Bahkan yang sudah di dalam sebagai karyawan pun, malah ramai keluar. "Kerjaan kotor, mau bangkrut pula." Begitu mungin mereka punya pikir.
Tapi ya itu tadi, dulu jaya kini tak berpunya, atau sebaliknya, rasanya biasa. Maka mestilah kita tau bagaimana manajemen meyakini prinsip going concern perusahaan. Selama masih dalam trek, ombak turun itu bisa dimaklumi. Kecuali bagi yang tidak.
Warga sekitar pada masa itu memilih tidak. Kondisi beberapa tahun belakangan, dekade dekade setelah itu, yang saya tau bahwa warga disekitar perusahaan sering demo, menuntut agar perusahaan mengalokasikan sebanyak-banyaknya warga untuk bekerja di perusahaan. Hal-hal demikian bisa kita istilahkan dengan sebutan dinamika.
Mario Teguh Golden Ways
Bahkan rasanya setelah sudah bertahun tidak lagi menonton mario teguh, ini secara tidak sengaja menonton lagi, ternyata program mario teguh golden ways masih dengan kesan terakhir dulu saya nonton. Menjadi mennggelikan dengan pemuda pemudi pemirsa live-nya yang mengumbar-umbar nasib asmara mereka.
Saya ingat, waktu dulu pertama muncul, mtgw itu lebih mencitrakan motivasi motivasi dalam hal karir, kehidupan, pendidikan, harmonisme dalam keluarga. Kemunculan pemirsa live nya kemudian mulai ramai dari kunjungan-kunjungan studi tour mahasiswa-mahasiswa dan pelajar.
Sum up, sekali waktu mahasiswa&pelajar ini curcol melontarkan perihal motivasi mengenai asmara mereka. Gayung bersambut, mario teguh menangkap bahwa banyak antusiasme mahasiswa dan pelajar untuk acaranya adalah mengenai asmara. Maka sejak setelah itu, pada tiap episodenya selalu terselip pesan-pesan cinta, nasihat-nasihat asmara, momen momen curhat remaja.
Tak sampai disana, kata-kata bijak yang sifatnya mengawang itu, maksudnya, iyakan? kata-kata bijak mario teguh itu sebenarnya adalah nasihat nasihat yang sebenarnya biasa saja. Oke, lari sedikit dari prihal utama. Kata-kata bijak mario itu sebenarnya biasa saja, tidak ada lebihnya. Mungkin bagi orang orang yang sering mengutip kata bijaknya itu, saya berasumsi dua alasan:
1. karena sedang galau, maka nasihat sederhana itu terasa mengena dengan masalahnya. maka jadi terasa bijak.
Kemudian muncul celetukan, sudah ada alquran dan hadis dari rasul sebagai panutan yang lebih patut untuk dijadikan sebagai acuan, malah milih kata bijak dari om-om yang kalau sudah kehabisan ide sewaktu bicara, maka akan akan menekankan kata "itu" pada kalimat sebelumnya sebagai closing sehingga kalimat sebelumnya itu terasa bagai mutiara.
2. karena branding MT.
Ada juga celetukan, bahwa kalimat apapun, sesederhana apapun, jika kita buatkan berupa quote, kemudian ditambah embel-embel mario teguh dibelakangnya, maka kalimat sederhana tadi akan terasa menjadi sangat bijaksana.
3. para pengutip mario teguh ini, saya pikir mereka kurang referensi. Jarang punya bacaan berkualitas lainnya, jarang nonton film-film kualitas prima yang punya lebih banyak nasihat dan pesan yang lebih kuat.
Oke, kembali ke topik awal, bahwa ternyata dengan perkembangan acaranya, tim mtgw pada saat saya tonton barusan telah menjadikan curhatan-curhatan orang mengenai asmara mereka sebagai komoditas utama show.
Pada tayangan barusan itu, seorang pemuda naik pentas, galau sulit jodoh. Seorang gadis juga dipanggil, curhat jodohnya yang kunjung tak tentu. Ditanya tanyain prinsip cinta mereka, dijawab dengan nelangsa dan sebijaksana mungkin karena mereka sedang di depan kamera. Gayaaaa...
Dan kemudian om-om botak nyuruh pemuda sekalian aja coba dekati gadis tadi, suruh pdkt. Pemudanya mau, tanya-tanya, puji-puji si gadis. Awkward.
Tiba-tiba terasa jiji, acara yang semula dikonsep oleh tim mtgw sebagai motivasi dan perbaikan mental berpikir masyarakat, kemudian jadi acara ajang curhat dan promo diri untuk cari jodoh. Saya geli, kemudian nulis ini.
Langganan:
Postingan (Atom)