Kemesraan Ini...

Sebagai seorang pakar/pengamat psycho-social-entertainer (baca: hobi nonton gosip), ada salah satu hal yang menarik perhatian saya, yang kemudian saya kembangkan menjadi sebuah teori tidak bertanggungjawab. 

Begini, mayoritas pasangan-pasangan artis ini, terutama yang belum mejadi pasangan resmi, yang terlihat romantis-romantisan berlebihan, misal pas diwawancara berdua gayanya sudah mesra banget, terus liputan event apa gitu (yang umumnya ke taman hiburan) bedua mesra-mesra lebay begitu, ujung-ujungnya jarang yang jadi atau langgeng. 

Iya, sekarang layangkanlah pikiran Tuan Nyonya sekalian kepada siapa artis-artis yang Tuan ingat begitu, banyak kan?.. Saya pahamlah kalau Tuan Nyonya juga mengikuti gosip mah. Terbayang? Kebanyakan begitu kan? Jarang yang selamat sampe ke ujung. 

Sekarang liat lah pasangan artis yang kalau diwawancara berdua, bersikap sewajarnya, tidak melebih-lebihkan romantisme di depan umum, umumnya aman sampai ke ujung. Kalaupun ada yang pisah, itu kasus satu-satu. Nggak seperti yang alay di atas tadi. 

Oke, stop dulu lah tentang keartisan ini ketauan banget saya doyan nonton gosip.   

Karena tidak perlu melihat yang jauh-jauh seperti itu yang orangnya hanya kita kenal dari layar tipi. Sedangkan pada orang-orang disekitar lingkungan kita banyak yang gitu juga. 

Maka berkembang lagi lah teori saya. 

Kemesaraan yang diumbar dan romantisme berlebihan yang ditunjukkan di depan khalayak, tidak banyak menjamin keberlangsungan hubungan itu sendiri. Tsaaaah... entah itu dari kalangan massyarakat mana, artis atau warga sipil biasa. 

Sering saya dipanas-panasi, entah oleh kawan-kawan dan seseorang (^_^), "Lihat tuh rif, si fulan dan fulanah mereka romantis banget pergi liburan bareng ke sana ke situ." 

Atau, "Kok kamu nggak seperti si Anu dan si Ani, lihatlah mesranya mereka di media sosial ini media sosial itu, bales-balesan ungkapan cinta di sana(hueek). Romantis deh. Kita nggak kayak mereka *eh* ^_^" 

Begini, karena saya memiliki teori di atas dan meyakini teori tersebut walaupn tidak ilimiah, maka saya enggan bertindak untuk seperti itu. Kemudian, ini keluar lagi teori saya, menurut saya tiap orang dan pasangannya, pasti memiliki kemesraan dan keromantisan dengan caranya masing-masing. 

Ada memang orang/pasangan ya memang bisa atau bisanya mesra di depan orang-orang banyak itu teman-temannya, keluarga, bahkan orang-orang lain yang tidak dikenal. Makin menarik perhatian, makin mesralah. Tinggal di-oo-so-sweet-in, menjadi-jadi mesranya. Dan akan ada saja pemerhati mereka yang kemudian terpancing dan envy pada pasangan tersebut. Hahaa.. 

Sementara ada orang/pasangan, yang kedapatan ketika sedang beraksi romantis, bukannya bangga malah justru risih. Ada. Orang-orang macam ini memandang kemesraan alay-alay begitu adalah hal privat, alih-alih menggelikan. 

Mereka juga berpaham bahwa sikap mesra dihadapan khalayak itu cukuplah dengan bersikap sewajarnya dan ada tempatnya masing-masing, mana yang untuk konsumsi berdua saja dan mana yang bisa diperlihatkan.

Selang beberapa tahun, saya mendapati si fulanah menikah, tetapi bukan dengan fulan. Atau sebaliknya hal yang serupa, fulannya berkeluarga, tetapi bukan dengan fulanah. 
Si Ani dan Si Anu, sudah jalan sendiri-sendiri pula saya dapati. 

Tapi usahlah Tuan risau perkara ini, seperti saya bilang, tiap orang/pasangan punya caranya sendiri untuk mengekspresikan perasaan sentimentilnya sebagaimana yang dia nyaman, ada yang percaya diri, ada yang pemalu juga. 

Perkara teori saya itupun sudah jelas sebuah teori berdasarkan sebuah dasar yang tidak berdasar. Eh ribet berdasar-berdasar ini, intinya janganlah terlalu percaya pada teori yang  lahir tetiba disela-sela keasikan mengerjakan tugas yang bejibun. Kalau kepala sudah berasap begitu pemikiran bisa jadi aneh-aneh. 

Tuan, ini lho, ini menurut saya. Pun Tuan mungkin sudah pernah dengar dan entah setuju atau nggak, bahwa, ada hal-hal du dunia ini yang serruuuu... tapi biasa aja. Sebaliknya, ada juga hal-hal yang biasa saja, tapi seru luar biasa. 
Seperti naik jetkoster, main arung jeram, ikut outbond, liat-liat fenomena alam. Seru. Tapi rasanya biasa saja. Keseruannya cukup tertelan dengan Subhanallah, MasyaAllah... 
Tapi ada hal-hal biasa yang kita lakukan, namun rasanya seru luar biasa. Zikirnya lebih lagi. Misalnya ketika Tuan bisa makan malam dan ngobrol sama keluarga, meski cuma 15 menit saja. Biasa kan? Tapi rasanya ajaib. 
Seperti juga meski cuma telponan atau sms dengan orang yang Tuan cintai. Simpel. Bukan apa-apa,  namun amazing. 

Bukan begitu, bukan? 
Selamat sore Tuan dan Nyonya, sementara ngisi waktu bikin tugas, saya mau cerita singkat, dimana realitanya, segala aplikasi pembinaan mental, fisik dan disiplin itu sudah tidak mempan lagi pas saya kembali di Padang. Seakan-akan penempaan militer selama lima minggu itu tiada artinya. Dari beberapa yang masih bisa saya pertahankan:
1. Kemampuan makan banyak dan lahap. Iya, sejak dari Secata Padang Panjang itu, saya keseringan merasa lapar. Makan, banyak, nambah, cuci mulut, ambil napas, lapar lagi. 
2.  Kemampuan tidur dalam segala medan dan waktu sesempit apapun. Bayangkan, waktu berbaris saja , para siswa di sana bisa tidur, saat berlari binsik pagi pun, akan ada momen sepersekian detik kita akan hilang kesadaran, saat sujud solat subuh? Beeehhh,. bisa lewat juga itu tidur agak sebentar. Bahkan ketika ujian HTF, sambil menunggu giliran di semak belukar ituu... kompak pada bisa ketiduran. 
Apalagi kembali ke kantor yang ber AC dan berkusi busa sekarang. 

Sedangkan, kemampuan yang tetiba hilang di sini, dimana di Secata itu rasanya enteng saja:
1. Kerapian PUDD. Di sana, isi lemari dan kasur saya kinclong. Anak perhotelan kalah pun sama saya. 
Saya kembali hari Sabtu, hari Minggunya bangun tidur, saya bahkan lupa melipat selimut itu apa. Sampai sekarang. 
2. Bangun sebelum subuh. Biasanya di sana bangun jam setengah 4. Suatu kegiatan yang dilakukan dan menjadi rutinitas, mestinya bisa membentuk sebuah kebiasaan baru. Tapi tetap saja sokongan dua alarm kurang mempan membangunkan saya untuk solat subuh sekarang ini. 
3. Binsik. Senam jas, smapta A, smapta B. Selama di sana, Alhamdulillah tidak ada sekalipun kendala saya dalam melakukan binsik. Binsik pagi jam 4, senam 20 hitungan x 10 gerakan  (atau lari 3x690m) plus push up dan sit up masing-masing 30 hitungan lambat, amannn. Siangnya ulang lagi, ditambah malam mengulangi binsik yang sama sebelum apel, terlewati semua. 
Nyampe sini, push up 10x saja sudah megap-megap lagi. 

Jadi ya, what happened in secata, stay in secata... 


Review 'Driver View' Suzuki Ertiga

Alhamdulillah hari ini saya pulangnya cepet. Jadi bisa ada kesempatan blogging bentar laaa.. Kesempatan langka bener ini rasanya bisa megang laptop lagi, nemu akses inet lagi, dimana kalo di kantor sebelumnya akses internet adalah surga, di sekarang saya jadi ga tau artis siapa kawin dengan siapa, pedangdut mana yang goyangnya lagi tren. 

Dan pada kesempatan ini saya mau nyoba dikit lah cerita tentang pengalaman saya ada make Suzuki Ertiga dan mudah-mudahan ada bermanfaat, kenapa mudah-mudahan bermanfaat, karena hampir aja tadi saya kejadian nyenggol orang, sehingga tulisan ini saya jadikan pengingat bagi saya sendiri dan mungkin bagi yang lain. 

Nggak, jangan perbandingan teknis mesin lah, bisa tanya yang ekspert saja, saya sejatinya sekedar user, hahaa.. Interior juga sama bagus ya, selain bahwa antara row dua dan tiga Ertiga itu sifatnya trade off. 
Mungkin sih kalau dari performa, karena banyak yang komparasiin ini mobil dengan Avanza, ya masih saya ga terlalu tau bedanya dimana. Yang penting sih solehah dan dari keluarga baik-baik. 

Palingan dari kenyamanan berkendara aja (kan tadi ceritanya user), setelah pernah nyoba dua-duanya, kalau ergonomis posisi drivernya saya prefer Ertiga dibanding Avanza, sedikiiit lebih rendah rasanya, nggak terlalu tegak kali (bacalah dengan aksen Batak).

Namun ketika pertama kali bawa Ertiga, ada satu catatan yang saya inget bener tentang view ketika kita berkendara. Yaitu posisi bingkai pintu kanan depan itu, sangat mengganggu ketika kita berbelok pada belokan/tikungan yang kurang dari 90 drajat. Entah karena posisi korsi yang terlalu saya mundurin ya, tetapi ya itu tadi, kita jadi ga bisa ngeliat apa yang ada setelah belokan itu. 

Setelah beberapa kali sangat mewaspadai hal tersebut, tadi hampir kejadian dong, saya belok dalam jalan komplek di tikungan yang ke kanan. Karena bingkai pintu tadi ngalingin pemandangan, malam pula, jadi saya belok itu ya ngeraba-raba pinggiran jalan aja. 

Setelah belokan hampir penuh, BAAAAAAA.... ada orang kedesak di tepi jalan, kalau nggak buru banting stir ke kiri, udah ketabrak itu orang,. Astaghfirullah...tipiisss.. Mudah-mudahan ngga marah orangnya, kalo marahpun mudah-mudahan memaafkan. 

Jadi itulah, sekedar pengingat agar lebih hati-hati aja. 

Eh ada lagi deh, Ertiga ini kalau AC sejak level 2 aja noise banget ya. Kata beresnya karna belum dipasangi filter yang nggak built-in. Tapi setelah masang pun sama aja: ribut. 
  
Singkat dan cepat saja ya., ternyata tidur keluar iler di usia yang sekarang itu bukan karna sayanya males gosok gigi sebelum tidur ya...hahaaaaa..., http://id.she.yahoo.com/banjir-air-liur-saat-tidur-085647176.html.


Karena ada kemungkinan kegiatan untuk posting blog adalah sebuah kesempatan yang langka dikemudian hari. Entah disebabkan apa. Maka kali ini saya akan membuat sebuah tulisan yang bagus. Yang akan dikenang.
         
 TULISAN YANG BAGUS

Terima kasih. 


Romantisme Hujan

Sehingga mereka-mereka itu Tuan, mencoba meromantis-romantiskan hujan. Dan seketika pergerakan aktifitas mereka terhenti akibat genangan air yang dituangkan oleh langit itu, keromantisan-romantisan tadi mendadak menjadi kecengengan, "Hujaannn..." Haha. 
Maka bukankah cukup saja sebaiknya hujan itu ditanggapi dengan kasur kan Tuan? Di sana, kasur dan hujan, adalah sebenarnya keromantisan. Zzzz....  

Indeks Naik, Mental Turun. Indeks Turun, Mental Kebanting.

Waktu indeks lagi bagus, "Pak, ini sahamnya lagi bagus pak, tren positip."
"Eh tunggu dulu lah, ntar belinya kemahalan."
...
...
"Pak, ini indeks turun, saham blucip XXXX koreksi udah 11% . Beli murah."
"Nggak ada sentimen positif ya, liat dulu pergerakannya, kita nggak tau turun sampe berapa kan. Salah-salah tambah turun aja."

Ini satu dari sebagian cara pandang investasi.

Sejarah Palsu Kemerdekaan Indonesia

Mesir bertragedi, tunduk kepala dulu, doakan syuhada. Adalah saat SMA saya sempat mempelajari peta politik Timur Tengah, dengan baca, dengan diskusi, dan sekarang sudah nggak update lagi, jadi saya hanya mendukung kebenaran, entah apa itu 'benar' sekarang di sana. 

Sedangkan Mesir ini dulu adalah termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia yang, ya ampun, itu besok hari peringatan kemerdekaan negara kita yang ke-68. 

Ntar malam, 68 tahun lalu, para pemuda desak Soekarno-Hatta untuk segera proklamirkan kemerdekaan. "Mumpung Jepang lagi down Pak... Hiroshima dan Nagasaki di bom Amerika, galau banget tu mereka sekarang". Tapi Bapak-Bapak tersebut nolak, "Yaelah Tong, yang sabar napah?"
"Eh lu Sukarno atau Malih hah?!" Para pemuda emosi karna Sukarno ternyata orang Betawi, bukan Jawa. Kalau Hatta mah jelas dari Bukittinggi. Kalau makan aja nyarinya gulai tambunsu, kfc ga doyan. 

Akhirnya para pemuda tak sabaran itu menculik kedua tokoh kita ke Rengasdengklok. Namanya juga pemuda, yang sabar itu langka. Selain juga bertujuan mensterilkan pemikiran Soekarno-Hatta dari propaganda pihak luar. 

"Pak, ini pena, ini kertas, segera susun teks nya dongg.."
"..."
"Pak, jawab kek."
"..."
"Oiii Pak,,."
"Ye sabar Otoongg.... Gue lagi tarwihan pan.! Udah rakaat tujuh nih, nanggung. Ulang lagi deh kan. Semprul." 

Iya, waktu itu Ramadhan kan.

Setelah tarwihan, para tokoh dan pemuda-pemuda tersebut barulah akhirnya habisin sarabi dan kelepon sisa takjil berbuka. Nggak diperlu bahas juga lah ya. Yang pasti kemudian mereka sudah mem-finish-kan naskah proklamasi kemerdekaan mendekati subuh. Kebetulan lagi tidak ada tayangan bola, jadi bisa langsung tidur.


Paginya, berita akan dibacakannya proklamasi kemerdekaan telah diumumkan ke kampung-kampung, melalui radio juga. Masyarakat berkumpul di Pegangsaan. Yang di luar kota pada denger radio. 

"Tapi yang bakal bacain ini ntar siape?" Soekarno bimbang.
"Waang sajo lah,." Dari logatnya ini si Hatta yang kasih saran.
"Eh lah, kok gue? Ntar ditembakin tentara Nippon pegimane? Orang-orang pada rame juga ngeliatin, malu.."
"Ndak apa-apa gai tu doh." Hatta secara tak sengaja telah mempopulerkan bahasa gaul mindo, minang-indonesia. 
"Hmmm...tapi..."
"Beko banyak anak gadih... kebayanyo rapek-rapek, rok nyo singkek-singkek."
"Ok!" Soekarno sumringah. You know Soekarno laaahhh.... 

Dan itulah harinya, 17 Agustus 1945, Soekarno yang didampingi Hatta membacakan teks proklamasi, bahwa sudah cukup Indonesia dijajah oleh bule-bule eropa dan bule sipit jepang. Bahwa Indonesia akan memulai negaranya sendiri tanpa pihak-pihak tersebut. Dan inilah sekarang harinya, 68 tahun berselang, masih bergantung erat indonesia pada suasana hati bangsa-bangsa lain. 


Sejarah Legendaris Kecurangan Pendidikan Kota Padang

http://id.berita.yahoo.com/tak-beli-lks-murid-sd-dilarang-masuk-kelas-020120090.html. Rasa-rasanya saya ada akrab dengan berita yang di link ini. Tuan juga kah? Disuruh beli buku oleh guru dan hanya bisa beli kepada mereka? 

SD, ada pelajaran Budaya Adat Minangkabau (BAM). Guru saya bilang sambil mengacung-acungkan buku yang bersampul kuning itu, "kalian semua harus punya buku teksnya, kalau mau beli sama saya, karena di luaran nggak ada yang jual bukunya." 

Sore saya ikut Ibu, ke toko buku di pasar. Diliatin buku BAM bersampul kuning. "Buku ini kan? Beli di sini saja, lebih murah." Ibu saya kasih tau. Karena saya orangnya polos, maka terjawablah, "Tapi Bu Guru bilang bukunya cuman dia yang jual. Berarti yang ini ga sama bukunya..." 

Kemudian saya tau kalau polos dan dikadalin itu hanya beda tipis. 

SMP, guru pertanian, juga menginstruksikan hal sama. Cuman lebih ekstrim dan menyerupai berita di atas. Maka meskipun buku punya Kakak masih ada dan bisa pakai, dengan berat hati dibeli juga. Temen ada seperti saya beli buku BAM itu, dia beli di luar, di toko buku. Buku yang sama, penerbit itu juga, harga lebih murah.

Besoknya disuruh bayar buku ke depan masing-masing. Temen saya nggak ikut dan bilang udah punya dan baru dibeli di tempat lain. Yang kemudian terjadi adalah kawan saya hanya diperbolehkan mengikuti pelajaran jika sudah beli buku yang sama tadi itu ke Bu Dirna itu. Eh kelepasan sebut nama.

Gara-gara itu temen saya punya kelebihan buku yang tersia-siakan. 

Itu hanya satu-dua dari yang saya yakin ada banyak kasus serupa. Secara terpisah. Tapi taukah Tuan, Nyonya, bahwa di Padang ini, ada kasus demikian namun berlaku untuk semmmuaaaaaaa siswa, semua level. 

Begini ceritanya... He

Itu sekitar tahun 2002. Saya kelas 3 esempe. Wakil kepala sekolah masuk ruangan sambil mengumumkan, "Dinas pendidikan daerah kita ada bikin stiker bagus, bagi siswa-siswi yang ingin beli silahkan, harganya 1000. Ini stikernya bagus. Ada pesannya  'Hormatilah orang tua dan guru.'"

Iya, stikernya cuma begitu saja, ukuran kira-kira segede smartphone, berisikan tulisan dengan font standar: Hormatilah orang tua dan guru. Ditambah sedikit insert di bawahnya, sukseskan konvensi/pertemuan atau apalah dulu itu istilahnya, konferensi guru se Indonesia yang akan diadakan di Bali. 

Ayolah, sebagai abg, kesenangan apa yang akan didapat oleh siswa dengan stiker jelek seperti itu. Bisa ditebak, di kelas kami ga ada yang beli satupun. Keluar main cerita dengan kawan kelas lain, ternyata sang wakepsek juga mengumumkan hal yang sama. Berarti satu sekolahan dong disuruh beli stiker prahara itu.

Malamnya di rumah, kakak juga cerita di SMA nya juga disuruh beli stiker tersebut, dan ada tetangga yang SD juga demikian. Lha, ini berarti semua sekolah, semua level, menjalani hal serupa, dengan hasil yang sama di hari pertama 'penjualan', gagal total. Ga ada yang mau beli. 

Dua hari kemudian, yang masuk sudah wakepsek dan sekaligus kepala sekolah. Berbeda dengan hari pertama penjualan, kali ini mereka bukan menjual lagi, tapi memaksa beli, "semua murid di kelas ini harus beli stikernya! Bagi yang tidak membeli  akan dikenakan sanksi! Ketua kelas mana, ini stikernya, tolong jual kesemua kawan, nanti setelah jual antar duitnya ke kantor!"

Jadilah semua membeli stiker. Dengan takut, dengan kesal. Hari itu, semua pelajar di Kota Padang telah jadi korban premanisme pendidikan. Berita heboh, orang-orang tua mulai mencari tau, dan kemudian sempat berembus kabar uang penjualan stiker jahanam tadi itu akan digunakan untuk keberangkatan rombongan dinas pendidikan dan guru di padang untuk acara yang di Bali tersebut. 

Mungkin sebelumnya juga dinas pendidikan mengadakan rapat dengan jajaran kepala-kepala sekolah yang ada di Padang. "Kami mau ikut jalan-jalan konvensi ke Bali, tapi sedang tidak ada anggaran, bagaimana ini, ada usul? 

"Bagaimana kalau kita gunakan saja berapa dana yang ada, nanti kekurangnnya pakai pribadi saja pak?"
"Goblok, maksud saya yang nggak pakai duit pribadi!"
"Eh, nganu, mintain ke murid aja kalau gitu pak, murid-murid di padang rame ini."
"Ya kan nggak mungkin gitu aja, atau, bisa saja, tapi bagaimana caranya supaya nggak terkesan mintak gitu aja?"
"Aha, jualin stiker saja pak."
"Boleh juga. Kumpulin kepala sekolah semua yang di Padang."
...
Beberapa waktu berselang...
"Bagaimana kepala-kepala sekolah, sudah berapa stiker yang terjual. Duitnya ngumpul berapa?"
"Maaf Pak, belum ada laku satupun."
"Kenapa?"
"Kata anak saya stikernya jelek Pak."
"Saya ga mau tau, pokoke harus terjual semua. Semua kudu habissss."
 "Tapi pak, itukan namanya pemaksaan, itu mencemari Tut wuri handayani." (idealis)
"Hmm, ya, kamu tidak setuju? Saya dengar sekolah nun jauh di pedalaman desa lagi ada butuh kepala sekolah juga di sana.. Hmmm..."
"Ampun paakkk... Besok terjual habis kok pak."
Jadilah seperti yang saya ceritakan sebelumnya di atas. 

Meskipun beberapa saat setelah itu, kejadian Bom Bali membuat semua agenda di pulau tersebut batal untuk beberapa lama, otomatis acara pertemuan guru itu juga batal, dan masyarakat telah terlupa dengan kemana arusnya uang tersebut kemudian.

Strategi Kampanye Politik Indonesia

Bapak Ibu calon anggota dewan ataupun calon pimpinan daerah di Indonesia, ataupun calon presiden dan wakilnya yang dirahmati Allah. Saya sih nggak kenal dengan Bapak Ibu sekalian, bahkan hanya sekedar wajah meskipun ada banyak foto yang telah Bapak Ibu pampang di ruang publik. Tapi terlalu banyak sehingga sudah tidak diperhatikan lagi. Sampah visual. Begitu istilah dari para desainer komunikasi visual.

Tapi saya cukup tau kalau sebelum memampang foto dengan latar belakang partai, Bapak Ibu sudah terlebih dahulu mampang foto di iklan-iklan layananan publik melalui instansi pemerintahan yang Bapak Ibu pimpin. Paling pesannya cuma pesan klise seperti "jadilah warga kota yang bermartabat, patuhilah hukum" seperti itu, itupun porsinya fontnya cuma 20% dari besar baliho, 20% lagi untuk logo instansi, 60% sisanya habis dengan foto Bapak Ibu. Itu maksudnya apa? Nggak ada kaitannya. Najis ya.

Eh tapi Bapak Ibu tau la kan kalau ada tempat-tempat publik yang tidak boleh dipasangi dengan poster-poster dan baliho-baliho? Kalau pertanyannya dilanjutkan dengan 'kenapa Bapak Ibu memasang poster kampanye di tempat-tempat yang tidak diperbolehkan?' pastilaaaa... jawabnya nggak akan jauh dari 'kami selalu mencoba mantaati aturan dan tidak ada kesengajaan memasang poster di tempat-tempat tersebut, mungkin itu dilakukan oleh anggota tim sukses atau simpatisan kami.' Gitu kan ya standar jawabannya? 

Yeeehhh,. kalau itu mah saya juga tau Bapak, saya tau Ibu. Kayak Bapak Ibu yang mau aja megang palu dan paku, kayak yang bakalan rela aja manjat-manjat tiang listrik bawa-bawa tali. Justru dari jawaban Bapak Ibu itu keliatan ketidak-adanya-kapabilitas Bapak Ibu menjadi wakil kami. 

Ngurus tim sukses dan simpatisan yang belum seberapa aja untuk mentaati hukum kampanye aja gagal, bagaimana mungkin Bapak Ibu bisa mengurusi ratusan ribu penduduk konstituen? 


Alhamdulillah udah mendingan ya, dapet tidur jam 10an tadi malam. Ntar malam lagi. Sleep rule! :)
Huwwiiingggg....Huwinngsshhhhhhh.....Huwwwingggg......
Rasanya di kepala sekarang berputar dan menekan begitu. Pusing. Kurang tidurkah? Mungkin. Dibawa tidur seperti biasa sepertinya bisa hilang lagi.

Pesan Moral dari Puasa

Yang sebenernya diuji pas saat puasa kan bukan sekedar lapar dan haus ya? Lebih dari itu: emosi. 
Sudah ada empat juta dua ratus enam puluh enam orang yang cerita ke saya bahwa di saat puasa, mereka tidak mengalami kesulitan berarti untuk menahan lapar dan haus. Tapi jika soal amarah, fitnah memfitnah, gunjing bergunjing, sangat sulit dilawan. Semacam tabiat alam bawah sadar. Haha.. 

Lha, tapi memang mereka saja?! Saya jugaaa.. Apalagi kalau soal amarah, seperti kemarin ini. Waktu sudah menjelang berbuka, sudah cukup krusial dalam menahan segala emosi, demi waktu yang sudah sempit itu, saya masih nahan emosi, hingga bedug magrib bertalu. 

Berbuka dengan teh hangat manis membuat tenang memang. 

Sayangnya, tidak lama Tuan, tidak lama.  Secara otomatis segala kemarahan saya kembali dan tak terhadang. Itu mi goreng yang sedari sorenya ngejek-ngejek saya, saya lumat habis-habis. Berani-beraninya dia. 

Ternyata dia nggak sendiri, main keroyokan coba? Masa pakai ngajak-ngajak bubur ketan hitam dan risoles? Bubur ketan hitam yang sombong itu saya tumpas, risoles yang bisanya cuma pamer-pamer ke saya dengan mudah ditaklukkan. 

Sampai segitu sebenarnya saya sudah mencoba kembali menahan emosi. Tapi kurangajarnya, es tebak dibelakang saya juga ngejek-ngejek saya. Alaaahhh, ngomong dibelakang orang saja bisanya kamu! Sini saya hadepin. Agak alot perlawanannya, cuma dia aja ga tau saya mah super, dengan jurus pamungkas, es tebak yang tak tau sopan santun itu tergeletak lunglai. 

Kemudian, saya sadar masih ada si Nasi, huh, lagaknya pura-pura takut dan iba, tapi saya tak tertipuhhh.. cukup sekali gertak saja, secara tiba-tiba dia malah jadi beneran takut, dan dengan ikhlas menyerahkan diri untuk saya hukum. Kepada kroni-kroninya yang dapat saya duga akan menuntut balas dikemudian hari segera saya peringatkan, "jangan anggap enteng, kalian nantang, saya hadepinnn...coba kalau berani!"

Azan isya kumandang,tersentak saya bahwa antara durasi magrib-isya itu sudah saya habiskan hanya untuk emosi. Apalah jadinya arti puasa kalau begitu. Dan ternyata memang benar, bahwa menahan lambung emosi lebih sulit dari sekedar menahan lapar dan haus.

Itulah sekelumit ibrah Ramadhan kali ini. 
Selamat berpuasa. 
Diakuinya rendang sebagai salah satu makanan terlezat dunia tak terbantahkan lagi. Sebagai orang minang saya sih juga suka, tapi tidak bisa saya akui rendang ini sebagai makanan terlezat bagi saya. Jika perbandingannya dengan sama-sama masakan khas Minang, maka saya lebih pilih dendeng balado. 

Karena:
1. Rendang tidak mengakomodasi selera saya untuk makan mesti ada cabenya.
2. Karna penuh dengan bumbu, rasa orisinil khas daging yang sebenarnya sudah ga ada karna lebur dengan bumbu spicy dari rendang. 

Dari berbagai jenis dendeng balado, yang sekarang tren itu adalah dendeng balado hijau, dan cara masaknya sedikit beda dengan dendeng lado merah selama ini yang hanya menggoreng daging dendengnya. Kebanyakan RM sekarang ini yang menyediakan dendeng balado hijau memasaknya ditambah dengan: membakar daging dendengnya.

Daging dendeng tidak dibakar mentah gitu aja, tapi pakai bumbu apa gitu. Kalau saya sok tahunya bilang sih pakai sedikit kunyit, bawang, dll. Jadi rasa dagingnya itu udah kek daging panggang yang spicy, seperti sate, seperti stik, seperti barbekyu. Kemudian baru dimasak goreng dengan cabe hijau. 

Reputasi dendeng balado hijau ini jika saya amati trennya telah mengalahkan dendeng balado merah yang konvensional.   

Dari berbagai jenis dendeng juga, dendeng yang paling tidak masuk akal bagi saya adalah dendeng kering batokok. Tapi anehnya lumayan banyak yang suka. 
Dendeng kering, kalau memang untuk dikirim dan baru akan dikonsumsi setelah beberapa waktu, ya masih wajar. Akan lebih awet jadinya. 

Tapi kalau bikin atau masak sehari-hari, artinya masak sekarang, ntar buat makan siang atau malam, aneh aja rasanya.

Itu daging, beberapa hari sebelum dimasak ditumbuk, dipipihkan. Tumbuk terus, itu saripati gizi yang terdapat dalam daging keluar. Habis itu daging yang telah tinggal daging itu dijemur dibawah terik matahari untuk beberapa waktu. Sisa-sisa gizi yang masih ada dalam daging menguaplah kena panas begitu.

Tinggallah daging kering yang telah berbentuk kerupuk untuk digoreng bersama cabe merah. Masih ada yang  suka?

Tips Agar Tidak Hilang di Hutan

Dua minggu lalu rombongan DPRD Solok melakukan ekspedisi menembus bukit barisan yang memisahkan Kota Padang dan Kota Solok. Ekspedisinya bertujuan mencari kemungkinan dibuatnya jalan tembus yang lebih singkat yang dapat menghubungi kedua kota. 

Dulu, ekspedisi yang sama kalau ga salah juga pernah dilakukan oleh rombongan Gamawan Fauzi sewaktu masih menjabat di Solok. Hasil kedua ekspedisi ini sama: rombongan nyasar. 

Untungnya rombongan bisa diselamatkan dan  bisa ditemukan dibelahan hutan yang lain. Udah masuk Padang jatuhnya. 
Macam-macam sih cerita nyasarnya gitu. Disembunyiin orang bunian, ada ketemu harimau, dll.

Ini mengingatkan saya waktu masih tinggal di hutan, tidur di pondok kayu diatas dahan pohon. Bercelana koteka. Pagi main sama citah, siang nunggang gajah, sore ngobrol sesama buaya, eh ngobrol sama buaya. Sampai kemudian saya diterbangkan bangau dan dijatuhkan di Padang ini. Sampai sekarang ini saya telah berada dilingkungan postmodern sekarang ini. 

Dari pengalaman itu saya bisa kasih sedikit tips apa yang mesti dilakukan agar tak nyasar di hutan dan apa yang bisa dilakukan jika masih tetap nyasar:

1. Luruskan niat.
Benar bahwa akan ada hasil untuk maslahat bersama sekeluar dari hutan. Ada pengalaman dan pesan memuat isu lingkungan yang bisa Tuan Nyonya share kepada rekan-rekan.
Bukan untuk pamer "ini saya gagah, masuk hutan!" Masuk hutan berani, masuk mesjid takut.
Atau berniat yang nggak-nggak, pengen liat lutung bugil misalnya. Itu ga lurus.

2. Lengkapi perlengkapan dan perbekalan. Tapi secukupnya.
Kontradiktif. Persediaan dan perbekalan suruh dilengkapi, tapi secukupnya.
Iya, karna Tuan akan masuk hutan tiga hari, bawa bekal untuk tiga hari. Tapi daging rendang mentah beserta bumbu masaknya. Itu untuk apa? Jadi bawa sebanyak untuk tiga hari, jangan berlebihan.

3. Ketika sadar telah nyasar, jangan mencar.
Tetap bersama tim, kalaupun ada keperluan untuk memisahkan diri dari rombongan, mesti sama sepengetahuan anggota lainnya.
Jangan nanti misah, balik ke rombongan udah tenang lagi. Rombongan juga ga rusuh nyambut Tuan karna sudah merasa sekeluarga. Ternyata rombongan beruk. Idih.

4. Ketika berhasil ditemukan Tim SAR, tunjukkan bahwa benar Tuan bahagia
Dengan begitu tim SAR yakin anda memang adalah korban nyasar yang sedang dicari. Jangan malah kabur ketemu tim SAR, mentang-mentang sudah akrab bertabiat dengan beruk.
Habis itu bilang ke tim SARnya, "te-ri-ma-ka-sih, tar-zan-la-par."

5. Tips paling mendasar agar tidak hilang di hutan
Nah ini tips sapujagat yang bisa saya berikan, dengan tingkat kepastian 99.99%, tips ini dapat menyebabkan Tuan terhindar dari nyasar di hutan. Agar tidak hilang di hutan, maka jangan masuk hutan.
Saya sudah praktikan, dan terbukti benar. Hilang di hutan nggak, nyangsang di kota iya.

Demikian sedikit tips yang bisa berikan, alakadarnya dan mudah-mudahan berguna.
Sekian dulu, terimakasih dan sampai jumpa.
Hari ini bagian dari sejarah tersendiri di pasar modal. Saham-saham property, kontruksi, dan banking yang sebelumnya berkali-kali diuji dengan koreksi, bukannya turun namun malah membangkang naik. 

Pasar euforia, meyakini bahwa sektor ini tahan banting. Lha iya, dijorokin ke bawah ga mempan, dibekep melawan. Pada tahap ini greedy masuk. 
Apalagi keyakinan pasar didukung dengan fakta lapangan, pembangunan infrastruktur yang berkembang di Indonesia, harga properti melonjak-lonjak tanpa bisa distop. Masa sahamnya turun?

Itu saya juga punya pola pikir seperti itu. Lihat saja chart masing-masingnya, tangguh. 
Tambah posisi lagi sebisanya. 

Tambah lagi terus sampai porsi kas mentok. Saham tinggal dibawa tidur begitu. 

Sampai alertnya minggu lalu. Iya saya saja sudah habis posisi kas terus mau apa? 
Kalau big fund tentu juga. Sebanyak-banyaknya dana bandar, dengan mancingin pasar terus, ya porsi kasnya juga telah berkurang, berpindah pada saham-saham yang tinggal mereka buang. 

Mau mancingin saham lain juga pakai apa si bandar? Hasilnya apa yang terjadi beberapa hari bursa ini, saham yang untung dilepas. Hari Rabu lepas banyak, masih belum diserap pasar, Jumat buang lagi. Masih sisa. Senin ini buang lagi sehingga ritel juga mau ambil juga ketakutan. Indeks droplah. 

Beberapa saham saya Alhamdulillah berhasil selamat, ada juga yang nggak. Greedy lesson.

Sehingga kemudian sisi riil sektor-sektor ini juga mengalami perlambatan, nasibnya sama dengan mining beberapa tahun lalu dan sekarang. Dana pindah lagi ke sektor yang lain. Mari kita pelajari lagi kedepannya. 

Seperti kata rekan trader yang juga ngutip quote di wallstreet, Dana yang berputar ini adalah dana yang sama juga, cuman kantongnya saja yang bertukar-tukar dan berpindah. 

Dana yang mendongkrak bursa tahun 2009-2010 dan dana yang mengangkat indeks tahun 2012-2013 ini adalah dana yang sama. Cuma sektornya saja yang berpindah dari euforia mining ke konstruksi. 

Maka demikian juga kedepan, akan ada sektor baru yang akan cemerlang. Tapi katalis dalam transisi koreksi menuju bullish rasanya akan sama: sektor finance terutama perbankan. 
Adalah agak sekali waktu, Tuan pernah mendapat cerita dari seorang rekan Tuan yang melihat penampakan hantu.  Atau barangkali Tuan melihat sendiri dan menceritakannya pada orang lain. Ada yang akan percaya cerita Tuan, ada yang nggak. 

Saya sering mendapat cerita-cerita macam itu. Meskipun nyata saya ini penakut dengan cerita misteri, tapi sering takutnya pas cerita itu saja. Lepas cerita itu saya biasa lagi. Kepikiran, tapi ga pake takut (siang-siang). Malah kemudian sekedar cerita habis cerita. 

Sampai saya kemarin pergi homestay bersama rekan pialang lain ke Mifan, saya mengalaminya sendiri untuk pengalaman kali pertama. Homestay itu sendiri sebuah rencana tertunda hampir tiga tahun lebih. Sedikit diluar topik, saya merasa kagum dengan pialang antar perusahaan sekuritas yang ada di Kota Padang ini. Biarpun berbeda perusahaan dan jelas-jelas bersaing dalam merebut market, tapi hampir semua pialangnya akrab satu sama lain. Tanpa tendensi persaingan, pure friendship.   

Hal yang berbeda dengan yang saya dapati dengan kondisi di kota lain macam Surabaya Pekanbaru bahkan Jakarta. Ketika dulu pimpinan saya datang dari Jakarta dan saya ajakin main futsal, beliau nanya sama siapa. Saya jawab ada jadwal rutin futsal antar anggota bursa. Sekali seminggu. 

Bos saya bergidik dengan kesan "Bagaimana bisa ada acara keakraban dengan pesaing? Rutin pula sekali seminggu. Mau bikin usaha atau mau bikin syarikat?" 

Balik lagi dengan acara yang telah diwacanakan tiga tahun terakhir itu. Karena penantian realisasi yang begitu lama, semua keknya begitu happy, terlampau happy malah. Ketawa-ketawa pada sesuatu yang konteksnya sendiri kurang lucu. Haha. 

Sampai malam, mau bakar ayam. Semua pada mendekat ke unggunan bara. Ada nyiapin ayamnya, ada foto-foto, ada main gitar dan nyanyi, saya sendiri nyiapin api dan panggangan. Tapi tetap, kalau ga salah semua dalam kondisi over happy. Haha. 

Ketawa aja terus begitu. 

Bang Arif yang dari Valbury dan Bang Ruddy dari Panin foto untuk sekian kali. Pakai dua kamera, satu dari depan, satu lagi agak dari samping. 

Nah, di foto yang diambil dari arah depan, keliatan ada gambaran orang di sebelah Bang Arif, agak kabur tampangnya, berpakaian gelap, tapi jelas pakai mata. Hal ini membuat Bang Arif nya kesel, ini siapa di belakang tadi, ikut-ikutan aja. 

Eh tapi... Saya bilang, "nggak ada yang makai pakaian hitam yang lain bang, cuma saya sama si Rizky, tapi kan saya nyiapin api, si rizky yang ambilin foto satu lagi."
Dilihat deh foto yang diambil rizky, dannnn.... memang ga ada orang di belakang bang arif itu, bahkan asap pun nggak. 

"Wuaaaa...." Semua pada bubar kabur masuk ke cottage ninggalin panggangan termasuk saya.

Hahaaa,. asli pada takut, terutama Bang Arif dan Bang Ruddy yang sejak awal datang ketawanya paling kenceng, jadi mendadak pendiam. Demi kedamaian mereka, itu foto rusuh kita hapus. Akhirnya yang nyelesein panggangan cuma saya, fandi, edo, dan anda. Yang lain pada nungguin deket pintu cottage dan sesekali mendatangi panggangan. 

Malampun berlalu dengan suasana happy yang sedikit tergerus. Biarpun disana sambil main gitar, sambil  main kartu, sambil main domino. Sambil lihat-lihat foto lain siapa tau ada yang aneh-aneh lagi. Untungnya nggak, cuman sekedar orbs-orbs gitu aja mah.

Pagi disana cerah Tuan, semua pada bangun dengan segar. Saking segarnya, itu Bang Arif dan Bang Ruddy malah koar-koar merasa menyesal kenapa itu foto kenang-kenangan ada yang menghapus. 

Baahhhh, yang lari paling duluan aja gitu. Haha
Punya rasa sekesal apapun terhadap orang tua, tapi akan jadi serta merta menghilang dan rasa menyesal pernah sempat kesal, saat mereka memberi perhatian ketika kita sakit. Beeehhh.. sakitnya memang ga langsung hilang. Tapi ada tentram di hati. Maka tidak ada tempat perawatan paling mumpuni selain di rumah. Iya, Subhanallah, dalam segelas teh hangat yang diberi orang tua itu ada kesembuhan dari Allah. 

Itu terjadi setiap saya demam, seperti Tuan tau, demam saya itu kambuhan. Akan ada dalam sekian bulan sekali, satu-dua harinya saya tepar tak bisa ngapa-ngapain. Badan panas dingin meriang, kepala pusing, idung mampet, mata berair. Setiap itu pula saya jadi malu pernah merasa kesal pada orangtua ketika beliau memberi perhatian. 

Selain daripada itu, saya merasa telah ditipu sebisa yang dilakukan Afgan. Kenapa ketika Afgan demam begitu pagi hari dan minum Panadol, malam harinya bisa langsung perform konser dengan maksimal? Sedangkan saya mesti nunggu dua-tiga hari agar kembali fit dengan minum Panadol? Apa saya harus punya suara serak-serak asma dulu juga biar seperti itu? Ah, ada yang lebih baik dari itu tauuu...

Dan juga tidak cuma perkara Panadol ini, seperti juga saya makai sampo Head n Shoulder, kenapa kalau Darius yang makai ketika kepalanya berketombe, pas keramas dengan Head n Shoulder itu ketombenya bisa langsung hilang? Sedangkan saya keramas dua botol lebih tapi ketombenya malah nambah? Apa saya harus nikah muda dulu dengan presenter cantik biar bisa seperti itu? Ah, ada hal yang lebih baik dari itu tauuu...

Atau juga, kenapa kalau Pasha Ungu mukanya hitam-hitam habis berkendara dengan sepeda motor bisa langsung putih bersih setelah sekali cuci muka makai Garnier for Men itu? Sedangkan saya rutin cuci muka dua kali sehari tetap dekil begini? Apa saya juga harus memperistri seorang pramugari cantik juga biar seperti itu?? Hahahaaa... aihhh...
Ah, ada yang lebih baik daripada itu tauuuu....
Egosentris.

Kasus Pengeluaran Siswa SMP 4 Padang

Hari Senin tgl 6 Mei 2013 saya dapat update berita terbarunya di Padang Ekspres, bahwa eks siswa smp 4 Padang yang bernama Fajri itu sudah diterima di SMP 20 Padang atas disposisi Wali Kota Fauzi Bahar. Artinya Pak Wali Kota telah memberi pertimbangan khusus (moral) dengan melanggar keputusan dispenda, bawahannya. Keputusan yang dimaksud adalah surat edaran dispenda Padang no.420/0827/DP.sekre/2011. 

Mulanya saya tau berita tentang ini justru bukan di harian lokal Padang, tapi dari harian nasional Kompas tanggal 4 Mei 2013. Ada berita dengan porsi kolom yang cukup besar, berisi berita bahwa seorang siswa SMP 4 Padang, bernama Fajri (14), tertangkap oleh petugas keamanan saat bersama kawannya yang berusia 17 tahun mencoba mencuri sebuah velg Fortuner subuh-subuh. 

Saya tak bermaksud membela si Fajri ini, karena bagaimanapun dia tertangkap tangan, walaupun pengakuannya dia hanya diajak dan telah mencoba menolak. Biarlah itu pengadilan yang urusi. Tapi akibat kejadian itu, anak ini kemudian dikeluarkan dengan vonis: tidak boleh sekolah di semuaaaaa sekolah menengah pertama di seluruh kota Padang! Big wow. 

Untuk perkara ini ternyata kemudian sudah selesai dengan bantuan Wali Kota seperti saya ceritakan di atas. Namun tetap yang bikin saya heran adalah pernyataan si Kepala Sekolah di Kompas tadi itu. Berikut poin pernanyataan Suardi seperti yang dikutip di Kompas:
"Sebagai siswa yang berasal dari keluarga broken home, sekolah sudah melakukan pembinaan tetapi gagal. Fajri sulit diatur dan sering bolos sekolah. Dengan kasus yang menimpa Fajri, status sekolah favorit SMP 4 bisa luntur."
"Kasus ini merusak citra sekolah. Anak yang kurang bagus tak bisa dibina."

Saya highlight ya, "Kasus ini merusak citra sekolah. Anak yang kurang baik tak bisa dibina."
Yang membuat saya jadi ingin ngobrol dengan Pak Suardi, Kepala Sekolah SMP 4 Padang ini dan juga mempertanyakan, dimana letak "Guru adalah orang tua mu yang kedua"? Karena yang namanya orang tua, apa karena anak berkelakuan kurang baik jadi lantas dibuang begitu saja dan tidak mengakuinya sebagai anak? 

Oh ya, sudah Bapak bina tetapi tidak bisa diatur. Tapi kan katanya sekolah Bapak ini sekolah unggul?  Dimana letak keunggulan sekolah jika membina seorang anak badung saja gagal? Dimanakah letak keunggulan sekolah jika hanya bisa mendidik siswa-siswa yang memang sudah 'jadi' saja?  Itu kalau saya bilang kayak mengajarkan Lionell Messi main bola. Untuk apa lagi?

Kalau itu definisi bapak dalam keunggulan, bukankah itu sebuah keunggulan artifisial? Dalam hal mendidik, yang namanya unggul itu juga termasuk bisa menjadikan siswa-siswa bermasalah menjadi unggul sesuai kemampuannya. Ah, tentu tau lah Bapak hal itu... Kan sudah disertifikasi...

Apa, citra sekolah rusak karenanya? Terus Bapak mengaku unggul darimana? Kalau saya merujuk pada definisi sekolah unggul versi Bapak, tentu unggul juga dalam proses penyaringan awal kan? Dimana hanya 'anak-anak baik' yang akan berhasil masuk ke sekolah unggul Bapak. Tapi kenapa masih bisa ada 'anak yang kurang baik' seperti Fajri ini yang diterima? Berarti dari proses penerimaan awal saja, jelas sekolah Bapak ini tidak unggul karena menyaring bibit yang kurang baik. 

Pak Suardi yang saya yakin baik hatinya, sekarang sih masalahnya sudah selesai ya, Si Fajri itu sudah dapat sekolah baru dan mudah-mudahan menjadi pelajaran baginya, dan sekolah Bapak pun sudah terbebas dari seorang anak yang kurang baik itu. Tapi selain bagi Fajri, ini juga jadi bahan pelajaran bagi Bapak, bahwa mendidik itu sifatnya holistik. Tidak semata-mata akademis itu saja. Mendidik daripada karakter yang lebih utama juga kan? Jika seorang anak dinilai gagal dibina, gurunya juga menghadapi kegagalan, kegagalan membina. Maka jika mesti dicap buruk, ada standar ganda di dalamnya, cap buruk akan tertempel pada keduanya. 

Dan jika Bapak masih bertahan dengan pandangan sekolah unggul seperti yang Bapak pahami ini, sepertinya jabatan Bapak sebagai Kepala Sekolah hanya dan cuma hanya dalam hal struktural. Dibalik itu, prediket Bapak sebagai guru yang sebenarnya guru, seperti terkikis habis. 

Wajah Senja

Namun sedangkan kami adalah Si Wajah Senja. Cukup mendatangi sunset untuk membunglon dan senang.

Opa Warren Buffet ke Padang

Bagaimana mungkin kekasihmu pulang jauh-jauh tapi kau malah jadi sedih bukannya senang? Mungkin saja Tuan, seperti saya sekarang ini yang sedih karena kekasih ada kesempatan pulang selama seminggu. Bagaimanapun luapan gembira menjadi gagal keluar karena saya tau seminggu itu sih waktu yang pendek. 

Terlalu pendek karena kantor saya yang mulai kegiatan rehabnya pas di minggu ini pula yang menyebabkan saya kebagian jatah jaga piket malam dan akhir minggu. Atau juga pendek seperti sebelumnya yang terjadi, meskipun dia lama di sini saya nya ada tanggung jawab di rumah sebagai anak, sebagai adik, sebagai hanya saya pemuda yang ada di rumah. Ditambah kantor sekarang yang tidak sefleksibel sebelumnya membuat momen penebusan tanggung jawab itu menjadi sempit. Lebih sedikit waktu dan kesempatan. Tapi kan ada tanggung jawab sebagai kekasih juga? Oh iya. Itu dia.  

Saya yang hanya di sini saja kemudian menjadi sedih karena susah ketemu, apalagi dia yang sudah menyengaja datang dari jauh.  Saya pun akan ngerasa sedih jika diposisi yang sama. Itupun kalau saya boleh merasa gr.

Harusnya saat sekarang ini Opa Warren Buffet datang ke Padang. Iya, mesti sengaja datang ke Padang, meski cuma untuk beberapa menit dan kemudian berpetuah lantang pada saya, "Bukan rasa sedih yang patut kau ungkap, melainkan rasa sabar Cucu ku, bahwa sedikit pengorbanan jangka pendek akan terbayar lunas dengan kebahagiaan jangka panjang." 

Kalau saya jawab, "Tapi Opa, saya nya sedih tersebab asmara, bukan investasi." Dia kemudian akan jadi marah dan menutup kunjungannya, "Itu nasihat tak hanya berlaku di investasi bodoh, tapi untuk segala aspek hidup. Keseluruhan investasi itu adalah cerminan semua sikap manusia. Kalau kau bijak, maka bijak jugalah investasimu. Petuah yang saya berikan itu bukan hal baru. Quran mu telah sejak lama menyampaikan hal seperti itu." 

Oh, baik Opa. Benar itu Opa. Tak lagi perlu larut sedih. Atau masih? Karena kekasih membilangiku bahwa saya terlalu banyak umbar yang tak pantas di blog? Atau bukannya sedih, tapi harusnya malu?? Iya. Malu saya. 

Hmm, tapi sebagai orang Indonesia yang suka saling menyalahkan, maka saya akan menyalahkan hal seperti ini:
*gambar sensor
*Caleg-caleg artis, yang memiliki track record baik. Baik dalam ingatan lelaki dewasa.
Bayangkan, oleh orang-orang seperti itu, aspirasi macam apa yang kemudian akan terwakilkan? Bukannya saya  meremehkan, tapi saya BENAR-BENAR meremehkan. Sejak kran demokrasi dibuka, maka nasib bangsa telah dipertaruhkan di tangan orang-orang seperti itu. Dan inilah saya sebagai anak bangsa jadi seperti yang dikomplen kekasih. Alaaaaahh.. Haha, alasan ya. 

Maaf ya kekasihku, tidak lagi. Paling nggak, dikurangi. He
"Heh, Saya bilang jangan terlena oleh kesenangan-kesenangan jangka pendek!!" 
Lho Opa Warren masih di Padang? 
"Ya iya yang antar ke bandara siapa?!"
Iya deh, saya cabut dulu Tuan. 

Sekian dan terima kasih
Ini nih, kalau malam-malam disuruh piket. Kompensasi barangkali. Tadi pagi datang telat dua menit, yang bikin absen jadi merah. Telat ya salah kau laaah...

Bukan, saya akan menyalahkan hujan lebat tetiba pagi tadi itu, menyebabkan jalan tergenang dimana-mana. Menyebabkan kendaraan-kendaraan pada kena macet. Kan dengan asumsi semua lancar, saya bersantai pergi bisa datang tepat waktu. Tapi nyatanya tidak kan? Kualatmu yang anggap enteng. 

Nah, tadi juga pagi-pagi ada perang sengit antara kakak sesama staf bidang dan kepala bidang. Beneran ribut. Perang ribut, sengit-sengitan untuk diakui benar. Saya yang ga enak ati jadinya. Udah mengarah pada penyerangan pribadi dari sekedar urusan awal yang perkara surat belum bikin. 

Bener jadi ga enak ati. Karena juga surat yang belum jadi itu karna salah tafsir masing-masing aja. Termasuk saya.

Siangnya kakak staf bidang curhat, komplein dengan sikap buk boss. Saya jadi bingung ngasih sikap apa.  Maksudnya, selain dengan 'sabar dan tenanglah kak'. Sorenya pulang, buk boss cerita kasusnya tadi pagi dengan kakak staf bidang. Saya bingung mau ngasi tanggapan apa, selain mengkopi paste 'sabar dan tenanglah kak' ini. He. 

Semoga besok udah redaan. Sedikit orang ini aja bisa sampe gitu. Atau justru karna sedikit? 
Ini hari Senin, Insyaallah kalau kalender di desktop ini tidak salah. Sebenernya lagi ada tugas juga, tapi kemudian Buk Bos ada nyuruh revisi sedikit. Tapi kemudian kerangka pikir untuk revisinya ini bikin jadi bingung. Paham dan setuju sih dengan  revisinya. Tapi bingung dengan menerjemahkannya secara verbal. Banyak tapi ya.

Rehat sikiit laa..
Kalau hari Senin itu trennya upacara bagi anak sekolahan. Kelas 2 sma sekitar 8-9 tahunan lalu, upacara sekali waktu itu jadi keinget, karena pada hari itu pertama saya liat langsung bagaimana itu orang kesurupan. 

Ceritanya, barisan anak-anak kelas dua kacau balau dan ribut selama upacara berlangsung. Maka setelah upacara selesai, sekitar jam 9an, Wakepsek yang modis  menyuruh seluruh anak kelas dua duduk dilapangan, belum boleh masuk. Matahari sudah memulai untuk jadi garang. 

Jika Tuan ada 8-9 tahunan lalu itu, Tuan akan tau kalau saat itu metode pertobatan ala ESQ sedang naik daun. Karna anak-anak kelas dua ini telah dianggap sebagai pendosa dalam upacara, maka disuruhlah panas-panas itu sholawatan, bertakbir, dan ber asmaul husna bersama-sama. Ya Allah, sungguh waktu itu bukan ku tak suka, tapi jelas aksi wakepsek itu sekedar latah-latahan, hukuman seperti itu pun tidak relevan dengan kesalahan, dan mana pula ada anak-anak remaja yang bisa bertobat sungguh-sungguh di bawah terik dan dalam kondisi dipaksa. 

Anak-anak kelas  tiga di lantai dua dan tiga, yang gurunya belum pada masuk, dengan antusias memanaskan suasana. Dengan liarnya terdengar teriakan-teriakan "Ampuni aku Tuhaaannnn.....", atau "Tobatlah kaliaaann... Apa yang kalian cari dalam hiduuupppp...." Lucu begitu, kami dibelakang ketawa-ketawa. 

Teriakan anak kelas tiga jelas mengganggu, terutama bagi wakepsek yang merasa otoritasnya sebagai 'motivator pertobatan' menjadi kehilangan wibawa. Dengan ancaman akan meng-ESQ-kan anak kelas tiga tersebut,  senior-senior itu jadi keder juga. Patuh mereka ketika disuruh masuk kelas, dengan jawaban "Iya Tanteeee....". Ha, itu pasti oknum. Mana ada berani terang-terangan. Haha.. 

Sementara asmaul husna di lapangan tetap lanjut. Seorang cewek, kawan sekelas, mulai meratap-ratap, mengigau, bukan lagi asma Allah, tapi sudah teriak-teriak, manggil-manggil nama pacarnya. Konsentrasi siswa sedikit buyar, tapi wakepsek menanggapinya sebagai kesuskesan, "Teruskan istighfar kaliaaann.. Ingat kesalahan-kesalahan kalian, mohon ampuunn. Biarkan teman kalian itu, dia itu khusyuk dan bertobat sepenuh hati.."

Beberapa menit, berturut-turut 5 siswi lainnya, yang duduk agak teduh di dekat pohon besar meja guru piket, mengalami hal serupa kawan sekelas saya tadi. Wakepsek makin bangga metodenya sukses, tapi kemudian menjadi kendur karena kawan-kawan itu malah teriak "panass..panaasss..." sambil nangis-nangis, dan sebagainya. 

Tanpa dikomando acara bubar dengan sendirinya. Kawan-kawan yang kesurupan diungsikan ke Masjid sekolah. Kegiatan belajar mengajar hari itu dibatalkan untuk yang kelas dua. Karna 4 dari 6 kesurupan itu kawan sekelas, maka kami juga nemani di Mesjid itu sampai bubaran sekolah hingga mereka sadar dan orang tuanya datang menjemput. 

Kalau bukan karna hendak lanjut kerja saya mau cerita lagi detailnya bagaimana selama proses ruqyah di Masjid. Tapi segini dulu, untuk sekedar mengenang peristiwa itu, yang teringat karena ini hari Senin yang ikonik dengan upacara. Selain juga teriakan seorang senior kelas 3 dari lantai dua ketika acara sudah mulai rusuh: "Rasailah kesurupan anak urang. Tanggung jawab kau w*ll.." Hehe.. 

Analisa Sektor Keuangan Bursa Efek Indonesia


Setahun terakhir, indeks sektor keuangan di Bursa Efek Indonesia telah naik sekitar 25%.  Terlebih pada empat bulan awal tahun 2013 ini, indeks keuangan melonjak tajam 12.9% (melebihi kenaikan indeks utama/IHSG ) seolah tanpa ada tekanan berarti. Apalagi jika dilihat sejak tiga tahun terakhir seperti yang diperlihatkan chart di bawah, kenaikan indeks keuangan tahun ini merupakan kenaikan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan-kenaikan tahun-tahun sebelumnya yang lebih fluktuatif. 
Dalam sektor keuangan Bursa Efek Indonesia ini terdapat enam subsektor dimana jumlah emiten terbanyak terdapat pada subsektor perbankan dibandingkan subsektor lainnya seperti asuransi, sekuritas, pembiayaan, dan lain-lain. Bahkan tiga emiten perbankan BBCA, BMRI, dan BBRI termasuk ke dalam 10 besar saham dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Dengan jumlah emiten yang paling banyak, industry perbankan merupakan penggerak utama di sektor keuangan ini, disamping fakta lain bahwa kegiatan bisnis perbankan menjangkau dan menopang banyak sektor-sektor lain yang bergantung kepada mereka, dibandingkan subsektor keuangan lain. 
Namun uniknya pada tahun ini, kinerja cemerlang sektor keuangan di BEI tahun ini justru bukan dari saham-saham perbankan big cap tersebut. Saham-saham blue chip perbankan relative mendorong indeks dengan kontribusi standar. Saham  yang mengalami kenaikan paling tinggi hingga tahun ini adalah BBKP (Bank Bukopin) dan BJTM (Bank Pembangunan Jawa Timur).
 
Sayangnya kenaikan saham secondliner di bursa ini lebih disebabkan aksi korporasi yang disertai rumor daripada imbal dari kinerja yang bagus. Seperti BJTM yang akan membagikan dividen dengan yield 14% dari harga sahamnya saat ini, padahal untuk tahun 2012, BJTM mengalami kerugian usaha sebesar 18% dari 860 miliar menjadi 725 miliar.
Begitupun saham BBKP, meski mengalami peningkatan laba sebesar 12%, kenaikan BBKP lebih didorong akibat isu rencana akuisisi Bank Bukopin oleh Bank BRI karena kesamaan pada lini bisnis.
Akibat kenaikan indeks keuangan yang telah jenuh beli, diperkirakan dalam beberapa bulan ini indeks sektor keuangan akan mengalami koreksi terbatas. Dari grafik yang ada, terlihat indeks yang mengalami strong uptrend telah menyentuh resisten dan masih gagal melanjutkan kenaikan, koreksi diperkirakan akan berada antara antara level 643-620.
 
Dalamnya koreksi bisa jadi akan tertahan akibat keyakinan Gubernur BI (Darmin Nasution) seperti yang diberitakan inilah.com, bahwa inflasi yang sempat mencapai 5%-6% akibat kenaikan harga bawang, cabai, dan daging sapi akan dapat dikontrol hingga target inflasi tetap berada pada level 4.5%.
Demikian pula dengan kecemasan kalangan pasar terkait jumlah kredit konsumtif yang disalurkan kepada masyarakat dikhawatirkan akan menjadi buble. Namun kembali Gubernur BI meyakini kredit yang tersalurkan itu masih jauh dari buble. Alasannya karena pengguna kredit adalah masyarakat umum yang merupakan end user dari produk yang dikreditkan. Ini terbukti jika dilihat dari contoh salah satu bank, Bank Mandiri (BMRI), dimana kredit macet BMRI yang mencapai Rp. 32T, 50% lebih disumbang oleh sektor korporat, bukan dari nasabah individu.
Hingga akhir tahun, diperkirakan indeks sektor keuangan masih akan melanjutkan kenaikan, meski tidak akan sedrastis kuartal I tahun 2013 ini. Saham-saham unggulan perbankan tetap akan mendominasi kenaikan dan layak untuk investasi baik jangka pendek, menengah, maupun  jangka panjang, dengan tetap mengikuti berita serta kinerja perusahaan yang bersangkutan dan memanfaatkan momentum teknikal.





Review dan Analisis Sektor Batubara 2 April 2013


Pada tahun 2012, terjadi penurunan tajam harga batubara dunia yang mencapai 40% akibat krisis keuangan yang terjadi di Amerika dan Eropa. Penurunan harga batubara yang tajam berdampak negatif terhadap pendapatan industri batubara terutama pada perusahaan batubara itu sendiri.
Dalam skala global, terlihat pada indeks Dow Jones Basic Resource Titans 30, terdapat penurunan tajam semenjak Februari 2012 dari level 306 hingga bulan Juli 2013 di level 217. Meskipun sempat berusaha recovery sampai akhir tahun di level 270, namun semenjak awal tahun 2013, indeks tersebut kembali anjlok hingga saat ini berada di 230. Melihat penurunannya yang telah melewati batas support Fibonacci setahun terakhir di 236, diperkirakan indeks Dow Jones Basic Resources ini akan kembali drop pada harga terendah tahun lalu di 217. 
Jika rentang waktu diperkecil, semenjak awal 2013, saat ini indeks 30 perusahaan pertambangan Dow Jones berada dalam posisi paling rendah di Fibonacci 100% dan belum memperlihatkan sinyal untuk menguat.
Begitupun pada indeks sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia, penurunan tajam terjadi semenjak awal tahun 2012 hingga mencapai level terendah bahkan hingga akhir tahun di bulan Desember. Indeks turun dari 2853 hingga 1759. Pada awal tahun sempat terjadi sedikit lonjakan, namun kemudian justru semakin turun melewati penurunan terdalam pada bulan Desember.

Penurunan pada tiga bulan awal tahun ini ditunjukkan pola Head and Shoulder dimana puncak tertinggi antara neckline dan head terjadi pada 15 Februari 2013 dengan selisih hingga 6%. Maka ketika neckline yang menjadi level support tersebut break, penurunan yang terjadi juga hingga 6% di 1754.
Saat ini grafik pertambangan telah berada di titik terendah dan sedang mencoba melewati level resisten Fibonacci di 1790. Namun jika gagal break resist, indeks diperkirakan kembali turun.
Beberapa sentimen yang menghambat seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Indonesia (APBI) di awal tahun dalam situs resmi APBI bahwa produksi batubara akan tertahan pada tahun 2013 ini baik untuk ekspor maupun konsumsi domestik. Kebutuhan batubara dunia sedang tertahan akibat dampak perekonomian global yang masih terjadi saat ini.
Penurunan Indeks sektoral batubara Indonesia juga merupakan refleksi dari kinerja emiten-emiten batubara di Indonesia. Tiga perusahaan diantaranya PT. Harum Energy Tbk. (HRUM), PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. (PTBA).
Dalam Summary and Highlights 2012 tanggal 28 Maret 2013 lalu, terlihat HRUM mengalami penurunan kinerja keuangan. Laba bersih HRUM turun sebesar 19.4%. Akibatnya, meskipun Asset dan Equity HRUM bertambah, namun ROA dan ROE juga tetap menurun dibanding tahun 2011.
 PTBA juga mengalami hal serupa. Dalam financial highlights yang dirilis tanggal 25 Maret 2013, diperlihatkan bahwa PTBA mengalami penurunan laba bersih dari tahun sebelumnya, yang mengakibatkan ROA dan ROE nya juga turun.
Secara grafik, juga terlihat HRUM mengalami pergerakan yang lebih buruk dari PTBA. Harga saham HRUM saat ini menjadi harga terendah sejak pertamakali listing di bursa, dan dari beberapa indikator teknikal, HRUM memiliki level resisten yang masih jauh.
Sedangkan PTBA meskipun turun sejak tiga bulan, namun masih cendrung sideways, apalagi rally dalam seminggu terakhir cukup member harapan untuk kenaikan saham. Melalui Fibonacci, target harga terdekat PTBA saat ini bisa mencapai 15423.

 Penurunan laba perusahaan batubara tidak cuma dialami oleh dua emiten di atas, namun juga pada hampir seluruh emiten pertambangan batubara, bahkan ITMG (PT. Indo Tambangraya Megah Tbk.) untuk tahun buku 2012 mengalami penurunan nilai asset.
Kecendrungan penurunan nilai saham pertambangan selama tiga tahun terakhir baik dari indeks Mining Dow Jones maupun indeks pertambangan di Indonesia selalu terjadi pada semester pertama pada tiap tahun. Harga saham-saham kembali naik setelah berada pada semester ke dua, selain dimana negara-negara barat mulai memasuki musim dingin.
Setidaknya, dengan penurunan yang telah banyak di awal tahun yang telah mencapai bottom, akan ada kemungkinan sektor pertambangan akan kembali menguat pada semester kedua tahun ini.