Demo Mahasiswa


Rencana kunjungan Pak Beye ke Makassar kemaren yang berdekatan dengan setahun masa jabatannya diwarnai bentrokan mahasiswa di sana dengan aparat. Pertanyaannya, siapa pejabat pusat yang ga didemo pas mau datang ke Makassar? Kenyataannya, kapan aksi demo mahasiswa di Makassar yang ga berakhir dengan bentrok?

Setau gw, beberapa kampus negri di Indonesia didirikan di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota, kek almamater gw Universitas Andalas Padang yang lokasinya di Limau Manih, Universitas Indonesia di depok, gitu juga kek Unpad,.

Penempatan lokasi kampus yang jauh ini selain bermotif ekonomi (harga tanah di pinggiran kota yang murah serta bisa menjadi penggerak ekonomi di sekitar kampus tersebut), juga motif studi (mahasiswa bisa lebih fokus belajar), dan tentu saja motif politik yang menginginkan mahasiswa jauh dari masyarakat dan pusat pemerintahan agar ga gampang menggelar demo.

Tapi hal tersebut ga berlaku untuk universitas swasta, dan ga berpengaruh buat perguruan tinggi kedinasan (soalnya yang biayain sekolahnya pemerintah, masak iya mau mendemo pemberi dana kuliah sendiri? Hehe. Lagian mereka juga akan menjadi bagian pemerintah itu sendiri nantinya.)

Buktinya memang, ketika UI masih berkampus di Salemba dulu, mahasiswanya aktif dalam mengorganisir penggulingan Soekarno, sedangkan ketika kudeta Soeharto, yang jadi lakon adalah mahasiswa-mahasiswa Trisakti yang kampusnya nyebar di pusat-pusat kota Jakarta.

Di Padang mah gw liat sama aja, ketika temen-temen mahasiswa Universitas Negri Padang bolos kuliah, tereak-tereak, long march panas-panas yang bikin kulit keling dari kampusnya ke gedung DPRD Sumbar yang jaraknya ga sampe sekilo, mahasiswa Unand anteng duduk di kelas ikutin kuliah, ketawa-ketawa sambil minum di kafe nungguin jadwal kuliah berikutnya.

Balik lagi ke Makassar. Mantan wapres Jusuf Kalla pernah berucap di media, kalo dari seluruh kunjungannya ke daerah-daerah, yang paling beliau takutin yaitu justru kunjungan ke kampung asalnya sendiri. Karena memang kalo temen-temen menyimak berita-berita yang terkait demo-demo mahasiswa, maka demo mahasiswa Makassar pasti selalu diliput. Dan dari liputannya itu pasti beritanya ada unsur-unsur bentroknya.

Seorang staf HRD yang bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta pernah cerita ke gw kalo perusahaannya ga mau menerima lulusan mahasiswa yang berkuliah di Makassar mengingat track record beberapa kampusnya yang sering terlibat aksi anarkis. Yang ekstremnya katanya malah ada perusahaan yang menolak semua mahasiswa yang pernah aktif berorganisasi di BEM kampus darimanapun mereka berasal. Alasannya aktivis BEM itu lekat dengan gambaran vokal, idealis, dan protes. Ditakutin hal-hal tersebut bisa menjadi bumerang bagi perusahaan tempatnya bekerja.

Bahwa kinerja pemerintah kita jauh dari memuaskan memang benar adanya. Bahwa mahasiswa sebagai elemen masyarakat yang intelek dan bertanggungjawab untuk menuntut perubahan yang lebih baik itu pasti. Tapi menuntut perubahan dimana tiap demo tiap mengakibatin kerusuhan (pun dengan dalih disusupi provokator ataupun aparat yang memulai) keknya perlu dipikir-pikir lagi. Apalagi kalo itu bisa bikin buruk citra daerah sendiri dan juga meninjau langkah jangka panjang kita di masa depan.


sumber foto

Tidak ada komentar: